IPB Temukan Teknologi Beternak Tanpa Mencari Rumput

Center for Tropical Animal Studies(CENTRAS) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan teknologi tepat guna usaha ternak tanpa harus mencari rumput. “Teknologi bernama Hi-Fer+ itu dapat membantu usaha ternak tanpa harus ngarit [mencari rumput],” kata Sekretaris CENTRAS LPPM IPB Dr Amiruddin Saleh di Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/11/2013).

Dia menjelaskan bahwa Hi-fer+ merupakan teknologi tepat guna tentang cara produksi, pemanenan, pengolahan, penyimpanan, dan kiat mudah dalam transportasi dalam bentuk produk kemasan komersial. Menurut dia, teknologi Hi-fer+ merupakan solusi yang diberikan IPB terhadap dinamika dan kemajuan bidang peternakan. Dengan teknologi itu, ke depan diharapkan peternak mampu beternak tanpa harus mencari rumput. Dikemukakannya bahwa teknologi “Hi-fer+” itu ditemukan oleh peneliti yang juga Kepala CENTRAS LPPM IPB Suryahadi.

Melalui penelitian yang dilakukan Suryahadi, kata dia, ditemukan produk hijauan pakan yang sederhana, mudah dilaksanakan, murah dalam pembiayaan (produksi), dan memiliki prospek komersial dalam skala luas. Keseluruhan paket itu, kata dia, dikemas dalam produk yang dikenal dengan Hi-fer+, sehingga memungkinkan peternak dapat mengurangi aktivitas mencari rumput. Dia menjelaskan bahwa Hi-fer+ adalah hijauan fermentasi unggul dalam kemasan komersial, menggunakan probiotik dan komplemen pakan, sehingga sangat “palatable” dengan daya simpan yang lama dan mutu tetap prima, mudah diangkut, didistribusikan dan dimanfaatkan oleh peternak. Mengenai keunggulan yang dimiliki teknologi Hi-fer+, kata Amiruddin Saleh, memberikan dampak nyata bagi perkembangan peternakan, khususnya dalam penyediaan pakan. “Baik petani ternak maupun pelaku industri peternakan dapat merasakan manfaat teknologi ini,” katanya.

Hasil uji coba yang dilakukan CENTRAS IPB, kata dia, menunjukkan bahwa pemberian 100% Hi-fer+ mampu sebagai pengganti hijauan rumput segar, dengan menghasilkan pertambahan bobot badan rata-rata 1.48 kg/ekor/hari. “Dengan teknologi Hi-fer+ peternak mudah dalam pengadaan rumput, baik di daerah sulit hijauan maupun di perkotaan. Begitu pula pengusaha industri pakan skala menengah, yakni industri pakan hijauan, sangat terbantu oleh teknologi ini,” katanya.

Amiruddin yang juga Sekretaris Forum Komunikasi Pembangunan Indonesia (FORKAPI) itu menambahkan, keunggulan lainnya mudah dalam pemberian di lapangan, semudah pemberian konsentrat ke ternak dan terukur, dengan dosis pemberian yang tepat. Teknologi Hi-fer+” diyakini tidak terlampau mengotori kandang, mampu menekan bau feses, dan mengurangi pencemaran lingkungan. Melalui penemuan itu IPB bahwa telah berhasil melakukan serangkaian kegiatan yang dikemas dalam bentuk paket teknologi nutrisi dan pakan sebagai penerapan Iptek berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Manfaatnya, ditanggapi dengan baik oleh mitra kerja di mana penerapan teknologi tepat guna Hi-fer+ itu digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, dan telah direspons oleh masyarakat khususnya CV Anugrah Farm, di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.