{"id":485,"date":"2017-08-23T13:17:00","date_gmt":"2017-08-23T06:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/?p=485"},"modified":"2022-11-23T13:19:30","modified_gmt":"2022-11-23T06:19:30","slug":"dosen-ipb-ini-membawa-inovasi-langsung-ke-tangan-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/?p=485","title":{"rendered":"Dosen IPB Ini Membawa Inovasi Langsung ke Tangan Petani"},"content":{"rendered":"\n<p>Dr. Suryahadi&nbsp;merupakan salah satu dosen yang mengabdikan hidupnya meneliti dan mengabdi untuk masyarakat di bidang peternakan.&nbsp;Ia&nbsp;merupakan dosen di Fakultas Peternakan&nbsp;(Fapet)&nbsp;Institut Pertanian Bogor (IPB)&nbsp;dan&nbsp;menjadi nahkoda&nbsp;Pusat Studi Hewan Tropika&nbsp;(CENTRAS)&nbsp;Lembaga Penelitian dan Pengabdian&nbsp;kepada&nbsp;Masyarakat&nbsp;(LPPM)&nbsp;IPB.<\/p>\n\n\n\n<p>Pria yang&nbsp;akrab dipanggil Bapak Surya&nbsp;&nbsp;ini&nbsp;meyakini bahwa inovasi hasil penelitian selain untuk pendidikan harus digunakan untuk pengabdian.&nbsp;\u201cInovasi harus sampai di tangan rakyat.&nbsp;Sivitas perguruan tinggi harus bisa menjalankan&nbsp;Tri&nbsp;DharmaPerguruan&nbsp;Tinggi secara terintegrasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sosok kelahiran Mataram ini tumbuh besar di kalangan keluarga pendidik. Karena prestasinya yang baik dari SD hingga SMA,&nbsp;ia&nbsp;diterima&nbsp;di IPB melalui&nbsp;jalur&nbsp;undangan.&nbsp;Selanjutnya ia&nbsp;mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Perancis, menamatkan jenjang S2&nbsp;dan S3-nya di Universite des Sciences and Technique,&nbsp;&nbsp;Perancis.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya sempat kesulitan mengikuti kuliah awal di IPB,&nbsp;karena banyak materi yang dasarnya tidak didapatkan di SMA. Tapi setelah masuk Fakultas Peternakan, dengan keyakinan dan ketekunan saya bisa mengimbangi yang lain, bahkan mendapat beasiswa ke Perancis,\u201d&nbsp;tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada masanya ia adalah lulusan S3 termuda di kalangan dosen IPB. Saat menjadi dosen sekalipun&nbsp;ia&nbsp;aktif membuat inovasi.&nbsp;Beberapa inovasi bahkan masuk dalam 104 Inovasi Indonesia paling prospektif pada tahun 2015. Pada tahun 2000&nbsp;ia&nbsp;menerima penghargaan Satyalancana&nbsp;Karya Satya 20 Tahun oleh pemerintah&nbsp;Indonesia atas dedikasinya sebagai abdi negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini&nbsp;ia&nbsp;memimpin Pusat Studi Hewan Tropika&nbsp;(CENTRAS)&nbsp;LPPM IPB. Bersama lembaga ini&nbsp;ia&nbsp;membuat inovasi-inovasi baru di bidang peternakan dan menyebarluaskannya di masyarakat petani. Berbagai inovasi tersebut misalnya Hi-Fer+, Feed Block Suplemen (FBS), Suplemen Kaya Nutrien (SKN), Wafer Komplit Ternak, Palatibility Enhancer, dan masih banyak yang lainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai inovasi peternakan didifusikan melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan hampir di seluruh daerah&nbsp; di Indonesia. Tidak jarang&nbsp;ia&nbsp;mengurangi jatah waktu untuk keluarga karena harus berkeliling Indonesia menjalankan program pemberdayaan. Hal ini adalah wujud komitmen beliau untuk membawa inovasi dari IPB kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam mewujudkan misinya, ia&nbsp;mengajak berbagai pihak untuk bekerjasama. Setiap program pemberdayaan selalu melibatkan pemerintah, aparat desa, perusahaan swasta, dan mahasiswa. Sosok ramah ini banyak melibatkan mahasiswanya dalam kegiatan penelitian dan pengabdian.&nbsp;Ia&nbsp;percaya bahwa penting mengajak mahasiswa untuk belajar, karena suatu hari mereka akan menjadi rekannya dalam membangun pertanian Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Suryahadi&nbsp;merupakan salah satu dosen yang mengabdikan hidupnya meneliti dan mengabdi untuk masyarakat di bidang peternakan.&nbsp;Ia&nbsp;merupakan dosen di Fakultas Peternakan&nbsp;(Fapet)&nbsp;Institut Pertanian Bogor (IPB)&nbsp;dan&nbsp;menjadi nahkoda&nbsp;Pusat Studi Hewan Tropika&nbsp;(CENTRAS)&nbsp;Lembaga Penelitian dan Pengabdian&nbsp;kepada&nbsp;Masyarakat&nbsp;(LPPM)&nbsp;IPB. Pria yang&nbsp;akrab dipanggil Bapak Surya&nbsp;&nbsp;ini&nbsp;meyakini bahwa inovasi hasil penelitian selain untuk pendidikan harus digunakan untuk pengabdian.&nbsp;\u201cInovasi harus sampai di tangan rakyat.&nbsp;Sivitas perguruan tinggi harus bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":487,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-485","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-latest-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/485","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=485"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/485\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":486,"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/485\/revisions\/486"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=485"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=485"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/centras.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=485"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}