Kasur Air dan Pendingin Susu Teknologi Terbaru Industri Sapi Perah

Demi Kenyamanan BOS
Filed in Laporan khusus, Majalah by admin trubus on 07/02/2019

Kasur air mendapatkan predikat bintang 1 Innov Award SPACE 2018.
Kasur atau matras itu berbahan lateks. Isinya bukan kapas atau busa, tetapi berisi saluran air. Fungsinya sama, untuk istirahat agar nyaman. Namun, kasur air itu bukan untuk kita, melainkan sapi perah. “Motivasi kami menciptakan kasur air demi kesejahteraan hewan (animal welfare) dan peternak mendapatkan lebih banyak profit,” kata Export Area Manager Bioret Agri, Pauline Guéganno.

Kasur air mengatasi stres panas pada sapi perah.
Bioret Agri produsen kasur air. Perusahaan di Perancis itu memilih lateks agar satwa sapi nyaman berbaring. Pauline mengatakan, lateks bahan yang ramah lingkungan dan aman untuk sapi perah. Bioret Agri menguji coba produk itu di berbagai tempat seperti di Rusia. Dengan Aquaclim® Thermodynamic—merek kasur air itu—produktivitas sapi tidak berkurang meski terpapar stres panas.
Sirkulasi darah
Stres panas (heat stress) salah satu tantangan beternak sapi perah termasuk di negara Eropa seperti Prancis. Dampaknya produktivitas susu menurun sehingga peternak merugi. Menurut Pauline jika tidak segera diatasi stres panas menurunkan produktivitas sapi. Lazimnya seekor sapi Bos taurus menghasilkan 40 liter susu per hari. Setelah terkena stres panas, produktivitas satwa kerabat kerbau itu merosot hingga 35 liter per hari.
Jika stres panas teratasi pun produktivitas sapi hanya 36—37 liter per hari. Tidak bisa kembali ke produktivitas awal 40 liter per hari. Kerugian lainnya yakni produktivitas anak sapi yang berasal dari induk terpapar stres panas juga anjlok. Di Perancis sapi terserang stres panas jika suhu lingkungan 37°C. Kasur air mengatasi stres panas. Pauline menjelaskan, kasur memiliki saluran tempat air mengalir di dalamnya.

Koleksi Bioret Agri , Hasil foto inframerah menunjukkan suhu kasur air lebih rendah daripada temperatur lingkungan sehingga sapi nyaman.
Air yang mengalir itu menyerap panas dari sapi sehingga suhu air lebih tinggi daripada sebelumnya. Air kemudian masuk ke heat exchanger yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk minum sapi. Tentunya setelah suhu air itu sesuai dengan kebutuhan sapi. Peternak bisa menggunakan beragam sumber air seperti air tanah. Bioret Agri mendesain matras itu sesuai morfologi sapi sehingga melancarkan sirkulasi darah.
Pauline menganjurkan peternak meletakkan sedikit jerami di atas matras sehingga sapi lebih nyaman. Masa kasur air pakai mencapai 15 tahun tergantung dari manajemen kandang. Para peternak di mancanegara tertarik memiliki peranti baru itu. Kini Bioret Agri yang berdiri pada 1993 menjual 250 unit matras air itu ke berbagai negara seperti Rusia dan Amerika Serikat.
“Kami juga tengah bernegosiasi dengan Vietnam. Arab Saudi pun mengontak kami,” kata Pauline. Ia menuturkan produk peraih paten internasional itu juga cocok digunakan di negara di Amerika Selatan seperti Brasil. Peternak di negara tropis lain seperti Indonesia pun berpeluang memanfaatkannya. Kepada reporter Trubus, Tamara Yunike, Kepala Pusat Studi Hewan Tropika (PSHT) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Afton Atabany, M.Si., mengatakan teknologi itu sangat memungkinkan diterapkan di Indonesia.

Stres panas berpotensi menurunkan produktivitas susu sapi perah.
Harap mafhum stres panas juga masalah serius peternak sapi perah di Indonesia. Oleh karena itulah, peternak jarang mengembangkan satwa kerabat domba itu di dataran rendah. Peternak lazim memelihara sapi perah di dataran tinggi. Perusahaan produsen mesti meriset penggunaan produk itu di tanah air untuk menjadi acuan ketika dirilis. “Produk baru yang masuk mesti ada risetnya,” kata Afton.
Mesin pendingin susu

Export Area Manager Bioret Agri, Pauline Guéganno.
Jika digunakan di Indonesia, kasur air harus kuat karena akan menahan beban sapi yang mencapai 500 kilogram. Jika sapi beraktivitas di atas matras setiap hari, maka matras bakal rusak. Namun, tidak masalah jika matras hanya digunakan untuk berbaring. Dengan kata lain peternak mesti menerapkan sistem budidaya kandang lepas (freestall) yang cirinya sapi tidak tertambat.
Afton juga berharap matrasnya bukan karet. Musababnya karet bersifat isolatif alias menahan panas. Meski begitu matras air masih berfungsi jika menggunakan karet tipis atau bahan bersifat logam. Yang menjadi perhatian ketika peternak Indonesia menggunakan kasur air adalah biaya investasi mesti meningkat termasuk untuk membayar jasa operator produk inovatif itu.

Business Unit Manager Packo Inox NV Branch Zedelgem, Steven Gunst.
Menurut Afton kasur air termasuk teknologi baru di Indonesia. Kepala Divisi Ilmu Produksi dan Teknologi Ternak Perah, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, IPB itu mengatakan, “Baru-baru ini peneliti melirik solusi mengatasi stres panas dari sisi bedding.” Kini juga ada matras berbahan plastik silika dari Jepang yang tengah diteliti Afton.
Trubus melihat kasur air ketika mengunjungi salah satu pameran peternakan terbesar di dunia, Salon de la Production Agricole Carrefour Européen (SPACE) 2018 di Rennes, Prancis. Acara yang berlangsung pada 11—14 September 2018 itu menampilkan ragam perkembangan terkini dan inovasi terbaru industri peternakan (sapi perah, sapi pedaging, domba, kambing, kelinci).
SPACE 2018 ajang tepat mempromosikan produk terbaru lantaran dihadiri 108.000 orang, termasuk 14.000 pengunjung internasional dari 121 negara. Bioret Agri salah satu dari1.410 perusahaan peserta SPACE 2018. Inovasi lainnya yang tersaji di ajang yang memasuki tahun ke-33 penyelenggaraan pada 2019 itu yakni mesin pendingin untuk tangki susu, Enerfox.

Enerfox mendapatkan penghargaan bintang satu Innov SPACE 2018 karena mengombinasikan perangkat lunak dengan panel surya.
Produk kreasi Fulwood Packo itu mendapatkan penghargaan bintang satu Innov SPACE 2018 karena mengombinasikan perangkat lunak dengan panel surya. Itu terobosan penting lantaran tangki pendingin susu memerlukan 40—50% dari total penggunaan listrik di kandang. “Jika penggunaan listrik bisa ditekan, maka penghasilan peternak meningkat,” kata Business Unit Manager Packo Inox NV Branch Zedelgem, Steven Gunst.

SPACE 2018 menghadirkan menampilkan ragam perkembangan terkini dan inovasi terbaru industri peternakan (sapi perah, sapi pedaging, domba, kambing, kelinci).
Penggunaan Enerfox itu bersamaan dengan tempat menyimpan cadangan es dan menyediakan air es bersuhu 0,1°C, Packo Ice Bank. Air bersirkulasi itulah yang digunakan untuk mendinginkan susu tanpa mengurangi kualitas susu. Steven menuturkan produk itu kali pertama diperkenalkan pada 2018 di ajang SPACE 2018 setelah melewati serangkaian pengujian selama 1,5 tahun.
Steven menuturkan alat itu juga bisa digunakan di Indonesia, terutama untuk perusahaan besar. Harap mafhum harga Enerfox €8.000–€20.000 (setara Rp128 juta—Rp320 juta jika kurs €1=Rp16.000) per unit tergantung jumlah sapi. Makin banyak sapi makin besar kapasitas tangki yang diperlukan sehingga harganya pun lebih tinggi. Sebetulnya perusahaan Steven bekerja sama dengan perusahaan pengolah susu ternama di Indonesia.
Namun, perusahaan di tanah air itu menggunakan alat versi lama tanpa perangkat lunak dan panel surya. Kehadiran kasur air dan peranti pendingin susu makin memudahkan pekerjaan peternak sekaligus mendatangkan keuntungan bagi para peternak sapi perah. (Riefza Vebriansyah)

Demi Kenyamanan BOS.

Demi Kenyamanan BOS

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply